Sabtu, 20 Juni 2020

Deretan Ancaman Siber di Balik Aplikasi Zoom dan Sejenisnya yang Harus Kamu Ketahui

Blog Infomasi, Jakarta - Beberapa ahli Kaspersky menyelidik lanscape intimidasi buat aplikasi video conference buat pastikan keamanan dan ketenangan proses komunikasi beberapa pemakai.

Mereka mengklaim telah mengetahui seputar 1.300 files terdeteksi menggunakan nama yg sama menggunakan pelaksanaan populer, misalnya Zoom, Webex, dan Slack.

Aplikasi impian kedap kini sediakan langkah gampang untuk orang buat tersambung lewat video, audio atau teks saat tidak terletak fasilitas komunikasi lain yang terdapat.

.

sumber : www.businessinsider.sg

Baca juga : 4 Situs Terbaik Meeting Online Gratis Tanpa Registrasi

Di peluang berikut beberapa aktor kejahatan siber coba mendistribusikan beberapa intimidasi siber menggunakan kedok aplikasi populer. Antara 1.300 files itu, terdapat 200 intimidasi teridentifikasi.

Karspersky mengklaim, Senin (13/4/2020), intimidasi generik merupakan 2 tipe adware yakni DealPly serta UnduhSponsor.

Kedua-duanya adalah pemasang (installer) yang akan tampilkan iklan atau mengambil modul adware. Piranti lunak itu umumnya terdapat dalam piranti pemakai selesainya didownload dari pasar tidak absah.

Walau adware bukan tipe piranti lunak beresiko, mereka masih mampu memunculkan efek privacy. Produk Kaspersky telah sukses mengetahui dan memblok DealPly dan UnduhSponsor.

Lepas menurut adware, dalam beberapa perkara, pakar Kaspersky temukan intimidasi yang disamarkan untuk file.Lnk--pintas (shortcuts) ke pelaksanaan.

Serta, sejumlah besar berdasarkan mereka teridentifikasi buat Exploit.Win32.CVE-2010-2568--kode beresiko yg lumayan lama , tetapi masih menyebar luas--memungkinkan striker menginfeksi beberapa computer dengan malware penambahan.

Tetapi

Ahli Kaspersky sukses temukan sekitar 120.000 files meresahkan yang memakai nama aplikasi itu. Tidak seperti yang lain, pemakaian nama aplikasi ini tidak cuma diperuntukkan buat mendistribusikan adware, dan juga beberapa malware - terutamanya Trojan.

"Buat lebih jelas: tidak terletak kenaikan menegangkan dalam jumlah gempuran atau jumlah file yang disamarkan untuk aplikasi pertemuan sosial terkenal. Jumlah aktual dari file-file yang kita melihat ini cukup ada di level moderat, " kata Denis Parinov, ahli keamanan di Kaspersky lewat penjelasannya.

Lain perihal dengan Skype, aplikasi ini pada intinya telah jadi sasaran buat beberapa aktor kejahatan siber sepanjang tahun sebab populeritasnya. Di saat yang sama, kami berpikir jika, penting buat beberapa orang buat tahu mengenai kehadiran intimidasi seperti itu.

"Pada kondisi seperti sekarang, saat sejumlah besar dari kita kerja di rumah, penting buat pastikan jika apa yang kita pakai untuk basis pertemuan sosial daring didownload dari sumber resmi, dengan penataan pas serta tidak mempunyai kerentanan berat yang belum ditangani awalnya, " Denis memungkaskan.

Tidak ada komentar:
Write komentar