Kamis, 18 Juni 2020

Astaga, Satelit Nusantara Dua Milik Indosat Ooredoo di Kabarkan Jatuh

Blog Infomasi - Kabar tidak mengenakan datang berdasarkan global teknologi tanah air. Satelit Nusantara Dua milik perusahaan telekomunikasi terkemuda dalam Indonesia, Indosat Ooredoo. Dikabarkan jatuh ke bahari dalam sekitaran wilayah Guam, yang adalah pulau mini dalam Wilayah Pasifik, Amerika Serikat.

Hal ini diketahui selesainya beberapa ketika terjadi kabut asap yang diselimuti barah serupa kembang barah terlihat dalam langit Guam. Setelah petugas melakukan identifikasi barulah diketahui objek tersebut adalah satelit Nusantara Dua yang gagal mengorbit.

Awalnya warga setempat menerka kenyataan tersebut adalah hujan meteor yg seperti menggunakan kenyataan pada bulan Desember 2019 lalu waktu bola barah melintasi langit mereka hingga beberapa detik lamanya.

Image: google/satelit

Adi Rahman Adiwoso, selaku Direktur Utama Pasifik Satelit Nusantara (PSN) memberi tanggapannya tentang gagalnya satelit Nusantara Dua mencapai orbitnya dalam tanggal 9 April 2020 kemudian.

Ia mengatakan bahwa dua roket yang mereka luncurkan pada stage ketiga tersebut hanya satu yang berfungsi.  Sehingga kecepatannya tidak cukup untuk masuk ke area orbit yang ditentukan.

Kecepatan roket Long March 3B pengantar satelit tersebut hanya 7100 meter per detik. Sehingga ketinggian yang dapat dicapai hanya 170 KM.

Adi jua menambahkan bahwa satelit Nusantara Dua tersebut tidak mampu diselamatkan lantaran jatuh ke bahari. Namun dia meyakinkan bahwa satelit itu telah diasuransikan sepenuhnya.

BACA JUGA: NASA dan Tim Nova-C segera Bangun Kehidupan di Bulan dalam Waktu Dekat

Tetapi bagaimana pun pula tentu ini merupakan suatu kerugian besar

Perlu kita ketahui bahwa Satelit Nusantara Dua ini merupakan rakitan dari produsen satelit asal Tiongkok, China Great Wall Industry Corporation. Satelit ini juga diluncurkan dengan menggunakan roket Long March 3B dari pusat peluncuran satelit  Xinchang, China.

Peluncuran Satelit Nusantara Dua ini merupakan bentuk kerja sama Indosat Ooredoo dengan  PT Pintar Nusantara Sejahtera dan PT Pasifik Nusantara.

Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi bangsa kita agar lebih memperhatikan rekan kerja sama agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. (Ded)

Tidak ada komentar:
Write komentar