Rabu, 13 Mei 2020

Tik Tok Ingin Incar Sektor Pendidikan Tahun Ini

Blog Infomasi - Bisa dikatakan tahun ini Tik Tok sedang jaya-jayanya di pasaran. Pengguna TikTok kini mencapai 800 juta di semua global ketika ini. Tahun ini, pengembang aplikasi ini yakni Bytedance, Technology Co akan berfokus dalam sektor pendidikan memakai meluncurkan produk baru, contohnya Ruangguru.

Ilustrasi: Tik Tok Akan Segera Bergerak pada Bidang Pendidikan (gambar: tempo.Co)

Perusahaan mereka melihat pasar pendidikan saat ini sangat potensial. Berdasarkan riset iMedia Research, pendapatan sektor edukasi teknologi (edtech) pada Tiongkok diperkirakan 453,8 miliar Yuan atau US$ 63,6 miliar pada tahun ini atau naik 12,3% dibandingkan 2019.

Pengembang TikTok tersebut jua melihat besarnya potensi edtech pada tengah pandemi corona. Tetapi, ?Nir misalnya produk ByteDance lainnya, kontennya nir gratis,? Demikian istilah keliru seseorang investor pada kapital ventura kepada 36Kr, dikutip berdasarkan Kr-Asia, kemarin (23/4).

Sumber lain mengungkapkan, layanan itu akan berbayar RMB 50 atau lebih kurang US$ 7 (Rp 108 ribu) per bulan. Layanan ini kabarnya bakal didukung kecerdasan protesis (Artificial Intelligence/AI) guna mendukung pengalaman belajar interaktif.

Yang sudah pasti, katanya, layanan baru Bytedance itu akan dipakai buat pelatihan bahasa Inggris. Teknologi ini dianggap punya kemampuan buat mengukur dan menaruh umpan kembali atas pengucapan yang disampaikan pengguna.

Rencana perusahaan menyasar sektor pendidikan itu pun disampaikan oleh pendiri Bytedance Zhang Yiming dalam karyawannya, melalui surat. Pesan itu memuat mengenai restrukturisasi organisasi.

Zhang menekankan pentingnya sektor pendidikan dalam 2020. Hal ini juga sudah beliau sampaikan waktu menghadiri acara konferensi pendidikan di Tiongkok dalam 2017 kemudian.

Zhang berkata kerja sama antara perusahaan teknologi

Sebenarnya, ByteDance sudah meluncurkan platform pembelajaran online Gogokid pada 2018. Namun, platform ini tidak berkembang dan perusahaan memberhentikan 70% karyawan pada tahun lalu.

Pada Mei 2019, ByteDance kembali membuat platform pendidikan online dengan nama Dali Ketang. Bytedance berkerja sama dengan Universitas Tsinghua dan Universitas Peking, memberikan layanan pembelajaran online matematika dan bahasa bagi pelajar.

BACA JUGA: Peduli Anak, Facebook Resmi Hadirkan Messenger Kids di 70 Negara

Di India, TikTok juga bermitra dengan startup edtech lokal seperti Vedantu, Toppr, Made Easy, dan Gradeup.

Sejauh ini, TikTok memang mendongkrak pendapatan Bytedance. Valuasi perusahaan bahkan naik menjadi US$ 80 miliar pada 2018.

TikTok pun menunjukkan perkembangan unduhan dan pengguna yang pesat. Berdasarkan data analitik SensorTower, aplikasi TikTok diunduh 740 juta kali di Apple Store dan Google Play Store pada tahun lalu, dan menjadi aplikasi yang paling banyak diunduh kedua di dunia. Jumlah penggunanya juga hampir menyamai Instagram yang mencapai lebih dari 1 miliar. (Ded)

BACA JUGA: 3 Aplikasi Untuk Anda Dalam Membantu Ibadah Ramadhan

Tidak ada komentar:
Write komentar