Selasa, 05 Mei 2020

Tentang dan Seputar Algoritma Google

Blogger Blog, Banner-01 Blogger Blog dalam artikel berkategori Blogger ini akan sedikit menguraikan tentang dan seputar algoritma Google mulai awal hingga yang terbaru di tahun 2015 ini. Mengetahui pola-pola algoritma Google ini menjadi penting bagi kita (seorang blogger) terutama untuk mengambil keputusan-keputusan penting saat mengembangkan blog yang kita miliki.

Pengembangan sebuah blog tidak mampu kita lepaskan menurut pola-pola mekanisme pemecahan Google yg terdapat

Untuk menjalankan search engine besarnya, Google memiliki algoritma-algoritma tertentu untuk melakukan penyaringan terhadap trilyunan halaman postingan dan homepage blog yang ada. Hal ini memungkinkan Google menjadi mampu untuk menyajikan informasi-informasi yang relevan dengan berbagai kata kunci yang diketikkan oleh para penggunanya.

Algoritma Google - Menurut wikipedia algoritma pertama diluncurkan pada tahun 1998 yang diberi nama dengan Google v.1.0. Lalu apa yang terjadi ketika Google meluncurkan Algoritma v.1.0 ini ? Berikut, penjelasan lengkap mengenai Sejarah pada Algoritma Google.

Google v.1.0 (1998 - 2003)

Pada waktu ini hasil pencarian Google dikuasai oleh halaman web yang mempunyai lebih banyak inbound links (link masuk) yang berkualitas. Pemilik laman yang peka akan keadaan ini dan lebih memfokuskan untuk mencari inbound links untuk memenangi hasil pencarian pada Google atau SERP.

Google v2.0 (2003 - 2006)

Pada 18 Juni 2003 Google melancarkan program Adsense. Adsense ialah program yang menawarkan kepada pemilik halaman web untuk menayangkan iklan yang dikelola oleh Google. Ini tentunya mendorong para pemilik laman web untuk membuat atau mencipta halaman yang mempunyai berbagai konten atau artikel, agar dapat disiarkan/ditayangkan iklan Adsense. Adsense lah yang membuat hasil pencarian Google berubah drastis. Dan pada saat itu SERP lebih mengutamakan blog, yang memiliki niche selaras dengan Adsense (kesehatan, asuransi, mesin).

Google v3.0 (2006 - 2010)

Disebabkan terlalu banyak laman web yang wujud dengan kandungan SPAM sebagai 'pemacu utamanya', akibat dari itu Google membuat algoritma baru, yang mana lebih mengutamakan Kualitas ketimbang inbound link (google v.1.0). Namun, algoritma ini juga tidak lama, karena berbagai masalah timbul disebabkan oleh pakar 'Black Hat SEO' yang menjarah traffic (pengunjung) melalui berbagai cara. Contohnya membuat komen-komen 'palsu' atau copas di situs yang memberikan backlink, menulis secara 'robot' (dengan penggunakan bot) dengan berbagai artikel 'sampah' (copy paste).

Google v.4.0 (2010 - 2011)

Google v.4.0 ini bisa dibilang sebagai penyempurna, kenapa dibilang penyempurna ? karena algoritmanya semakin pintar dalam memilah Blog yang berkualitas dan tidak, dan faktor yang digunakan adalah sebagai berikut :

  1. Blog yang Mendapat lebih banyak komen
  2. Blog yang Mendapat lebih ramai pelanggan RSS terutamanya Feedburner (yang mana ia telah dibeli oleh Google)
  3. Blog yang Mendapat lebih banyak pengunjung

Atau mudahnya, google tidak hanya menilai dari aspek isi artikel, melainkan juga ketiga aspek diatas.

Google v.5.0 (2011 - 2012)

Google v.5.0 atau yang sering kita kenal dengan Google Panda. Pada Algoritma ini, kembali lagi Google lebih menekankan pada kualitas konten, yang artinya semakin panjang dan berkualitas (memberi manfaat), maka google akan menempatkakn Blog tersebut pada Top SERP (posisi puncak hasil pencarian).

Google v.6.0 (2012 - 2013)

Google v.6.0 ini juga lebih akrab kita dengar sebagai Google Penguin. Berbeda dengan si Panda, Algoritma Google Penguin ini kalau saya perhatikan lebih mengedepankan Originalitas atau Kemurnian artikel, tidak heran banyak para copaser yang kelimpangan menghadapi si Penguin.

Google v.7.0 (2013 - 2014)

Google v.7.0 yang juga dijuluki sebagai Google Dinosaurus ini, yang saya tahu, katanya amat senang dengan Social Share. Jadi jangan sampai lupa untuk membagikan Artikel yang baru Anda buat ke Jejaring Sosial (google plus khususnya).

5 Situs untuk memantau perubahan Algoritma Google

Jika Anda berkecimpung di dunia SEO, besar kemungkinan Anda memeriksa posisi blog Anda untuk kata kunci yang dibidiknya. Katakanlah posisi blog Anda turun sehingga Anda curiga ada perubahan algoritma Google, entah dalam bentuk Google Panda atau Google Penguin. Barangkali Anda mencari informasi terkait perubahan algoritma tersebut di forum atau blog yang membahas SEO.

Selain dari forum atau blog, sebenarnya Anda bisa mengetahui ada tidaknya perubahan di hasil pencarian Google melalui situs atau website yang memonitor perubahan algoritma Google. Jangan khawatir jika Anda belum tahu situs-situs tersebut. Berikut lima situs yang mengasyikkan untuk memonitor perubahan algoritma Google.

1. Mozcast

Anda tahu Rand Fishkin pendiri Moz.com? Jika ya, Mozcast adalah salah satu situs yang dia kembangkan bersama tim Moz. Situs ini melacak 1.000 kata kunci dan menganalisisnya berdasarkan perubahan kata-kata kunci tersebut di halaman 1 Google.

Hasil analisis itu ditampilkan dalam bentuk prakiraan cuaca algoritma Google dalam 30 hari terakhir. Prakiraan cuaca ini ditandai mulai dari cerah sampai berbadai. Cuaca cerah mengindikasikan tidak ada perubahan signifikan, sementara cuaca mendung sampai berbadai mengindikasikan adanya perubahan sedang dan besar di algoritma Google.

2. SERPs.com

Situs kedua untuk memantau perubahan algoritma Google terbaru adalah SERPs.com. Situs ini didirikan Scott Krager pada 2012, dan bertempat di Portland, Amerika Serikat.

SERPs.com memiliki tool yang disebut SERPs Volatility Index. Tool ini melacak mengindeks seribu website setiap harinya. Hasilnya disajikan dalam grafik indeks volatilitas dalam 30 dan 90 hari terakhir untuk hasil pencarian Google dan Yahoo. Semakin besar perubahan indeks volitilas ini, itu menunjukkan bahwa indikasi perubahan algoritma di kedua mesin pencarian tersebut.

3. SERPmetrics

SERPmetrics memonitor lebih dari 1.000 website. Hasil pemantauan ini disajikan dalam bentuk SERP Fluctuation. Grafik fluktuasi ini dalam kurun waktu 30 hari terakhir untuk posisi top 10 atau top 100 Google dan Bing.

4. Algoroo

Algaroo adalah situs pelacak perubahan algoritma Google yang didirikan Dejan SEO Pty Ltd, sebuah konsultan SEO dari Australia. Sistem yang dikembangkan situs tersebut memonitor sekitar 17.000 kata kunci di top 100 Google dan menyajikannya dalam bentuk grafik fluktuasi untuk 3 bulan terakhir.

Perubahan negatif dan positif dalam fluktuasi ini disebut dengan roo. Nilai roo yang tinggi mengindikasikan perubahan besar di hasil pencarian Google. Nilai roo yang kecil mengindikasikan sebaliknya.

5. Advanced Web Ranking

Situs kelima yang bisa digunakan untuk memonitor dampak perubahan algoritma Google adalah Advanced Web Ranking. Situs ini melacak sekitar 10.000 kata kunci dan 500.000 URL dari beragam topik setiap harinya. Hasil pelacakan tersebut disajikan dalam bentuk grafik batang dengan tiga warna berbeda dalam kurun waktu 3 bulan terakhir.

Google melakukan perubahan di mesin pencariannya lebih dari 500 kali dalam setahun. Tentu saja, memonitor dampak perubahan tersebut memerlukan banyak waktu. Oleh karena itu, jika perubahan algoritma Google merupakan salah satu perhatian Anda dalam membangun blog, hemat waktu Anda dengan menggunakan satu atau lebih situs yang telah saya jelaskan di atas.

UPDATE ALGORITMA GOOGLE 2015

1. MobileGeddon, berlaku sejak 21 April 2015

Algoritma ini mensyaratkan pemakaian Responsive Template untuk semua situs atau website/blog yang ada di internet, semata-mata untuk meratifikasi kunjungan yang berasal dari para pemakai perangkat mobil semacam smartphone dan Iphone. Selain pemakaian Responsive Template, kecepatan loading blog/website juga diperhitungkan dalam hal ini.

2. Phantom 2, berlaku sejak 3 Mei 2015

Algortima ini menekankan pada kualitas sebuah postingan atau konten blog tanpa memberikan rincian yang jelas parameter-parameter yang dipergunakan untuk menentukan tingkat kualitas sebuah konten blog. Dalam pengertian penulis, konten yang berkualitas adalah merupakan sebuah konten yang original (bukan hasil copy paste) dan berkualitas (ada relevansi antara judul dengan topik bahasan).

3. Google Panda 4.2, berlaku mulai 17 Juli 2015

Algoritma ini merupakan algoritma mayor yang sangat signifikan efeknya pada hasil SERP Google. Pada update 4.2 ini Google hanya melakukan refresh pada algoritmanya guna membuat data yang tersimpan menjadi lebih lengkap dan akurat. Google Panda ini akan menurunkan peringkat sebuah situs yang dengan sengaja melanggar Panduan Webmaster Google yang berkaitan dengan kata kunci isian yang berpartisipasi di link skema dan dengan secara disengaja menyebabkan terjadinya duplikat konten dan lainnya.

Dengan berlakunya ketiga model algoritma Google tersebut di atas, maka strategi SEO di tahun 2015 juga wajib untuk menyesuaikan diri. Praktek-praktek yang wajib dilakukan untuk memperkuat eksistensi sebuah blog/situs tersebut (secara singkat) adalah :

1. Pemakaian Responsive Template.

Responsive Template adalah merupakan sebuah model template blog atau website yang dapat dengan mudah menyesuaikan diri terhadap berbagai ukuran layar device yang dipergunakan untuk membukanya. Dengan model template ini, sebuah blog akan tetap bagus tampilannya meskipun dibuka pada perangkat mobile atau smartphone. Keunggulan template model ini adalah dapat meningkatkan pengalaman pengguna yang datang dari pemakaian perangkat mobile.

2. Percepatan Loading Blog/Website.

Kecepatan loading blog/website untuk saat ini bukan lagi merupakan sebuah tuntutan namun lebih merupakan kebutuhan bagi seorang blogger yang fokus terhadap perkembangan blog. Dengan kecepatan akses blog yang maksimal, bukan saja pengunjung merasa diuntungkan, namun search engine dalam hal ini juga ikut terbantukan. Disamping itu pemilik situs akan mendapatkan keuntungan pula dengan kuantitas trafik yang meningkat dibarengi dengan turunnya prosentase bounce-rate blog.

3. Konten yang Original dan Berkualitas.

Sampai saat ini konten berkualitas masih menjadi raja untuk semua strategi seo, sebab Google sendiri mengatakan bahwa konten yang di tulis berdasarkan kaedah seo dan kaya dengan informasi selalu menjadi prioritas utama bagi mesin pencari, jadi jangan heran jika ada konten yang berkualitas bisa langsung melejit ke halaman pertama dengan tempo yang lebih singkat. Konten berkualitas bukan di bangun dengan beberapa kesalahan semacam memperbanyak keywords (keyword stuffing) dan konten berkualitas tidak dibangun hanya untuk mesin pencari saja, namun lebih fokus pada informasi untuk pengalaman pengguna (user friendly). Inilah kenapa konten berkualitas selalu berkedudukan tinggi dalam sebuah hasil pencarian (SERP).

4. Backlink yang berkualitas.

Backlink yang berkualitas ini pada dasarnya merupakan pengganti fitur pagerank blog yang telah mati selama hampir dua tahun belakangan ini. Backlink jenis ini terutama untuk mendukung peringkat sebuah situs pada daftar hasil pencarian search engine (SERP). Backlink paling berkualitas tentu saja backlink yang berasal dari Google, kemudian diurutan berikutnya adalah backlink yang diperoleh dari hasil review blog oleh blog-blog otoritas tinggi dan memiliki reputasi yang baik. Berikutnya diikuti dengan backlink yang diperoleh dari hasil blogwalking yang positif dan ditutup dengan backlink yang berasal dari berbagai situs Media Sosial maupun forum-forum sosial.

5. Sharing postingan blog ke Media Sosial.

Sebagus apapun kualitas konten atau postingan blog anda namun bila tidak dibarengi dengan upaya-upaya promosi yang maksimal dan wajar, maka tidak akan memberikan hasil yang signifikan bagi perkembangan sebuah blog di masa-masa mendatang. Untuk itu, sharing artikel blog ke berbagai situs Media Sosial dalam hal ini merupakan salah satu sarana promosi yang efektif dan efisien, serta mudah untuk dilakukan.

6. Amankan Blog anda.

Setelah kelima point penting tersebut di atas anda jalankan, perlu kiranya disempurnakan dengan tindakan pengamanan blog, baik yang berkaitan dengan praktek-praktek spam komentar maupun perlindungan terhadap terjadinya pencurian konten blog. Disamping itu perlu pula diperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan tindakan-tindakan hacker yang dapat menghancurkan reputasi blog yang telah kita bangun dengan susah payah.

Optimalisasi Schema Markup

Setelah Google resmi menghapus author markup dari hasil pencarian, kini strategi seo melirik pada penerapan schema markup yang di usung oleh schema.org, yang menjadi salah satu organisasi rujukan beberapa mesin pencari di internet. Untuk itu bila web dan blog anda yang belum menerapkan schema markup dengan benar, maka untuk strategi seo 2015 ini sudah waktunya anda membenahi semua kesalahan data struktur yang berada di halaman web dan blog anda, karena mesin pencari atau search engine untuk sekarang ini akan menampilkan website kita di hasil pencarian berdasarkan hasil tangkapan mereka. Semakin baik struktur yang terdapat pada web dan blog anda maka akan semakin baik juga hasil indeks dari mesin pencari. Inilah kenapa schema markup menjadi salah satu strategi seo di tahun ini.

Tidak ada komentar:
Write komentar