Rabu, 06 Mei 2020

Masalah Ini yang Mungkin Terjadi Jika Tak Hapus Zoom di Ponsel-PC

Blog Infomasi -  Zoom masih menjadi perbincangan hangat sejumlah kalangan terkait kelemahan sistem keamanan mereka. Ada beberapa blunder yang ditimbulkan oleh Zoom, yang pada akhirnya beberpa perusahaan dan instansi pemerintahan yang melarang penggunaan layanan Zoom.

Kerentanana Pada aplikasi Zoom menciptakan banyak pengguna meg-uninstal pelaksanaan ini (image: tribunnews.Com)

Terbaru, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)Indonesia telah melarang semua pegawainya memakai pelaksanaan Zoom untuk kepentingan pekerjaan. Seluruh staf diminta uninstall atau menghapus pelaksanaan Zoom dari ponsel & perangkat kerja personal komputer .

Pakar keamanan siber berdasarkan CISSRec, Pratama Persadha menyampaikan hal yang paling riskan menggunakan Zoom adalah pertama masalah pemetaan paras para pengguna Zoom yang saat ini paling disoroti.

Menurutnya wajah pengguna Zoom bisa dimanfaatkan peretas buat membuka perangkat dengan pemindaian biometrik wajah. Alasannya, sejumlah perangkat waktu ini membuka kata sandi dengan paras.

Bisa diartikan apabila terdapat penyalahgunaan atau bocornya data wajah pemakai akan mengakibatkan risiko keamanan yg akbar.

Perusahaan yang digawangi Eric Yuan ini juga memiliki kelemahan lain dari  host maupun pihak ketiga yang bisa memantau kegiatan pengguna saat konferensi video berlangsung. Tentu saja ini tidak menjamin privasi seseorang.

Alasan ketiga buat nir memakai Zoom lantaran mampu saja ada tamu nir diundang ikut rapat meski nir bisa undangan menurut host secara eksklusif, hanya dari tautan rapat online yg disebar pada banyak sekali platform.

Lantas 'penyerang' sanggup saja melakukan Zoombombing menggunakan mengirim sesuatu yg tidak menyenangkan atau mengganggu.

BACA JUGA: 5 Aplikasi Webcam Terbaik untuk Laptop Anda

Keempat, akun pengguna Zoom sanggup dijual pada dark web dan forum hacker. Seperti yg telah ramai beredar yang terbaru. Beberapa waktu lalu, perusahaan keamanan siber Alaihi Salam, Cybersecurity Cyble mengeluarkan laporan yang menyebut terdapat 500 ribu akun Zoom yang dijual, 290 akun dalam antaranya memiliki keterkaitan dengan beberapa universitas pada Amerika Serikat.

Cara peretas mengambil akun pengguna ialah mereka membobol keliru satu akun Zoom. Setelah berhasil melakukan login, lalu mereka berupaya buat membobol sistem privasi data Zoom.

Kemudian mereka menghimpun ratusan ribu akun tersebut & dijual kepada peretas lain. Akun yang dijual ini dimaksudkan buat melakukan serangan Zoombombing.

Masalah kelima, yakni membisu-membisu instal server web rahasia pada perangkat kerja laptop. Bagi pengguna Mac mesti hati-hati bila memakai Zoom. Sebab, layanan ini ketahuan menginstal server web rahasia. Server web rahasia itu adalah sebuah situs yg bisa mengaktifkan webcam Mac menggunakan Zoom yang diinstal tanpa biar pengguna.

Keenam yaitu hal lain yg nir diketahui adalah ketika Zoom sanggup melacak pengguna. Zoom sempat dikritik karena fitur pelacakan peserta kedap. Saat diaktifkan, host atau penyelenggara rapat mampu mengusut apakah peserta menjauh berdasarkan laptop selama panggilan. Ini lagi-lagi melanggar privasi seorang.

Oleh karena itu banyak orang menyarankan buat nir memakai Zoom. Bagi yg terlanjur mengunduh, baiknya hapus saja akun Zoom menggunakan cara berikut.

1. Kunjungi website zoom.Us

2. Masuk ke akun Zoom Anda

3. Klik hidangan Admin

4. Lalu pilih Account Management (Manajemen Akun)

5. Pilih Terminate My Account (Hentikan Akun Saya)

6. Konfirmasi dengan mengklik Yes (ya)

Semoga bermanfaat. Bagaimana menurut anda? apakah anda punya pengalaman tersendiri dengan aplikasi ini? Silahkan memberikan komentar, ya. (ded)

BACA JUGA: Jutaan iPhone Terancam Dibobol Hacker, Ketahui Sebabnya

Tidak ada komentar:
Write komentar