Senin, 11 Mei 2020

8 Cara Ampuh Melindungi Diri dari Penipuan Online Saat Ini

Blog Infomasi - Zaman memang semakin edan sobat. Alih-alih ikut berkontribusi dalam menanggulangi di tengah bencana dan krisis, ada saja orang yang  malah menjadikan momen keprihatinan ini sebagai kesempatan untuk mencari keuntungan finansial tanpa mengindahkan etika dan nasib orang lain.

Banyak bukti yang memberitahuakn terjadinya peningkatan tajam pada agresi siber dalam semua global, termasuk dalam Indonesia, menggunakan mengatasnakamakan Covid-19 sebagai sarana buat meraih keuntungan secara ilegal.

Ilustrasi Kejahatan Siber (image: medium.Com)

Bukti-bukti tadi mencakup lebih berdasarkan kemunculan lebih dari 100.000 domain baru yang didaftarkan dalam beberapa minggu terakhir yg mengandung kata-istilah misalnya 'covid', 'virus', 'corona'

Meskipun beberapa domain mungkin memang sah atau terlegitimasi, namun domain-domain baru ini kemungkinan besar akan saling terkait dan digunakan sebagai sarana untuk menyebarkan malware ke pengunjung yang tidak menaruh curiga.

Dalam situasi seperti ini kita pun akan semakin sulit menentukan mana domain yang bisa dipercaya atau valid untuk dijadikan rujukan informasi.

Bagi jutaan orang yang bekerja dari rumah, ada baiknya mengadopsi langkah-langkah keamanan yang biasa diterapkan di kantor. Sebab di dalam situasi seperti saat ini, hampir semua orang selalu mencari informasi terkini dan teraktual tentang wabah Corona ini.

BACA JUGA: Inilah 4 Tips Memperbaiki Flashdisk Rusak, Tidak Terbaca hingga Terkena Air

Sehingga kemungkinan untuk terpapar scam menjadi lebih besar daripada ketika mereka kerja di kantor yang telah dilengkapi sistem keamanan yang lebih ketat.

Berikut ini delapan tips  yang bisa melindungi Anda dari serangan siber yang biasa dilancarkan, ketika sedang bekerja dari rumah:

1.Pencarian Online

Pelaku kejahatan dunia maya atau hacker telah terindikasi memanfaatkan pencarian online untuk tujuan tidak baik. Mereka menempatkan tautan ke situs yang menyebarkan malware, atau yang berisi iklan yang muncul dari hasil pencarian terhadap situs atau media sosial.

Selalu aktifkan pemfilteran situs pada perangkat lunak anti-virus. Yang tidak kalah penting gunakanlah hanya  situs-situs media tepercaya dan kredibel saja ketika Anda ingin mendapatkan informasi.

2. Gaming

Hati-hati untuk mengakses dan bermain game dengan menggunakan perangkat yang biasa Anda gunakan untuk bekerja dan mengakses server pekerjaan anda. Jika anda memang hobi bermain game sebagai pelepas penat, maka gunakan email khusus yang tidak terhubung dengan akun kerja anda.

Sebaiknya, Anda tidak sembarangan mengunduh aplikasi gaming. Jika memang membutuhkan, unduhlah aplikasi-aplikasi yang disediakan oleh sumber tepercaya seperti Google Play dan Apple stores.

3. Konferensi Video

Selalu sertakan password agar tidak sembarangan orang asing muncul dan bergabung. Kemudian, tinjau kembali pengaturan privasi, nyalakan notifikasi sehingga Anda tahu kapan seseorang bergabung, menonaktifkan fungsi 'join before host'.

4. Internet of Things

Konektivitas di berbagai perangkat ke internet, seperti lemari es, TV, hingga peralatan rumah lainnya, membuka peluang baru bagi pelaku kejahatan siber untuk menciptakan metode serangan baru pula.

Banyak item Internet of Things yang dalam produksinya masih belum sepenuhnya memperhatikan faktor keamanan. Untuk itu, sangat penting  bagi Anda untuk mengubah kata sandi yang disertakan saat pembelian.

5. VPN

Router di rumah yang terhubung ke penyedia layanan internet seringkali kita biarkan saja berada di tempatnya dalam waktu yang lama tanpa peduli bahwa perangkat tersebut masih menggunakan firmware usang.

Ini yang membuat router rumahan menjadi sangat rentan. Solusi yang mudah Anda terapkan adalah dengan memastikan apakah Anda sudah menginstal firmware terbaru dan apakah kata sandi sudah diubah.

6. Phishing

Pencurian informasi melalui phishing merupakan metode serangan yang populer di Indonesia karena metodenya yang melibatkan pengiriman massal atau email/pesan individu yang dibuat secara khusus.

Metode ini menggunakan teknik pendekatan ala marketing. Pelaku kejahatan siber akan mengirimkan pesan-pesan yang seolah-olah mendorong Anda untuk tertaut dengan informasi terkini tentang Covid-19.

7. Penipuan Online

Banyak pelaku kejahatan dunia maya yang saat ini menggunakan cara seolah-olah menjual produk-produk yang sedang langka di pasaran dan banyak dibutuhkan untuk keperluan penanganan Covid-19.

Selain seolah-olah menjual produk, mereka juga menawarkan layanan pengiriman ke pihak yang dituju oleh pembeli. Untuk menghindarinya, belilah hanya dari situs jual beli online terpercaya saja.

BACA JUGA: Tips Sederhana Hapus Semua History di Facebook

8. Cloud

Karena cloud memainkan peranan penting dalam menghadirkan software sebagai layanan, sebaiknya tanyakan kepada ahli IT untuk memastikan bahwa infrastruktur firewall perusahaan telah menerapkan threat intelligent yang mampu melihat lalu-lintas masuk dan keluar dalam jaringan. (Ded)

Tidak ada komentar:
Write komentar