Rabu, 20 Mei 2020

5 Fakta Menarik Tentang Laboraturium di Kota Wuhan (China)

Blog Infomasi--Belakangan ini galat satu yg di sebut-sebut sebagi penyebar virus covid-19, yaitu china tepanya di kota wuhan, dalam sanalah masih ada galat satu laboraturium yg jadi sorotan sebagai sumber penyebaran covid-19.

Laboraturium Wuhan (Blog Infomasi)

Nah, terdapat beberapa fakta menarik berkenaan menggunakan laboraturium yang katanya sumber dari viru tang mewabah saat ini:

1.Biaya Pembangunan yang fantastis

Biaya pembangunan buat labor tersebut mencapai $42 Juta atau kurang lebih Rp 650 Juta, ini bukan nomor yg mini , bila dalam perkirakan dengan biaya sebanyak itu, pastinya labor tadi memiliki kualitas yang mempuni, masa pembanguan labor itu sendiri pada mulai berdasarkan tahun 2003

2.Memiliki Koleksi Virus

Institut tersebut adalah pusat China Centre for Virus Culture Collection, yaitu semacam bank virus dengan jumlah terbesar di wilayah Asia. Menurut websitenya, sedikitnya ada 1.500 jenis virus diteliti di sana, sebagian berbahaya.

Baca juga : Terbaru: Kanada Ciptakan “Pandemi Drone” untuk Deteksi Orang dengan Gejala COVID-19

Laboratorium milik WIH punya level keamanan lab tingkat maksimum yang didesain untuk menangani patogen Class 4 (P4), merupakan sebutan untuk virus berbahaya bagi manusia seperti ebola. Selain itu, terdapat pula laboratorium terpisah dengan level P3.

3.Wabah SARS Jadi Penyebab di bangunya Labor tersebut

Akibat terjadinya wabah SARS pada tahun 2002 dan 2003, pada saat itulah china memutuskan untuk membangun laboraturium , guna untuk meneliti wabah virus SARS, jenis lain dari virus corona, membunuh 775 orang dan menginfeksi lebih dari 8.000 penderita.

4.Bantuan dari perancis untuk pembangunan

Lab pemilik negara Eropa di perancis, yaitu Alain Merieux, juga ikut terlibat dalam pembangunan laboraturium tersebut melalui Centre International de Recherche en Infectiologie

5.Ikut Didanai Amerika Serikat

Selain Negara perancis salah satu dana bantuan tersebut juga datang dari negara Amerika Serikat, yang di mana salah satu lemabag kesehatan di AS, yaitu  US National Institute of Health, ikut menyumbangka dana sebesar $3,7 Juta, Laboratorium tersebut juga berkolaborasi erat dengan lembaga di AS dan Kanada, yaitu Galveston National Laboratory di University of Texas dan National Microbiology Laboratory di Kanada.(Als)

Tidak ada komentar:
Write komentar