Kamis, 30 April 2020

Amazon Masuk Indonesia, Bagaimana Dampaknya ke UMKM?


Tahun yang lalu Amazon diberitakan memiliki rencana dapat bangun pasar e-commerce di Indonesia. Walaupun begitu, kemarin, perusahaan karya Jeff Bezos ini diberitakan tengah mempunyai masalah di Amerika Serikat. 

Hal demikian dipicu, mereka gunakan data dari jaringan penjual faksi ke-tiga guna mendapatkan item atau produk terlaris apa yang selanjutnya dapat disaingi oleh produk Amazon. 

Butuh berada peraturan main yang adil dan juga sama guna buat perlindungan pedagang dan juga UMKM lokal di basis online, terlebih mengingat mereka salah satunya pilar yang menumpang rotasi roda ekonomi ditengah-tengah wabah seperti waktu ini. 

Berkaitan hal semacam itu, Ketua Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Ignatius Untung menyebutkan, kalau Amazon masuk ke Indonesia dengan gunakan data dari jaringan penjual faksi ke-tiga sama dengan yang dijalankan di Amerika Serikat, maka bisa berpengaruh besar untuk pemeran UMKM yang berada di Indonesia. 

Tapi, hingga sampai waktu ini asosiasi saja belum paham arah Amazon buka di Indonesia, apa punyai bentuk dalam e-retail atau marketplace sama dengan yang dilakukan e-commerce yang telah banyak berdiri di Indonesia. 

" Jadi kita belum ketahui bentuk yang pingin mereka (Amazon) laksanakan di Indonesia. Apa e-retail atau marketplace? Yang pastinya kalaupun mereka gunakan data dari jaringan penjual faksi ke-tiga dalam jalankan e-retail maka bisa berada resikonya untuk pemeran UMKM yang berada di Indonesia, " kata Ignatius, Kamis (30/4/2020). 

Tapi yang pasti, asosiasi sempat menyampaikan terhadap semua e-commerce yang pengen masuk ke Indonesia, jangan sempat gunakan privat cap. Arahnya, sambung ia, biar pemeran UMKM lokal masih terus berjalan dan juga tak tersaingi oleh kebanyakan serangan yang ada di luar Indonesia. 

" Pemerintah pula belum mengupas privat cap itu. Sampai waktu ini e-retail sendiri atau mereka yang jalankan privat cap telah banyak di Indonesia. Seperti e-retail raksasa Matahari dan juga sebagainya udah privat cap di Indonesia, " jelas Untung. 

Disamping itu, Ekonom Indef Enny Sri Hartati mengatakan, kalau Amazon masuk Indonesia gunakan data jaringan penjual faksi ke-tiga, maka bisa berubah menjadi penyedot atau lintah untuk UMKM di Indonesia. Lantaran, mereka dapat banyak menyontoh beberapa produk terunggul dan juga laris yang ditawarkan di Indonesia. 

" Jadi data dari jaringan penjual faksi ke-tiga itu begitu penting. Tiap-tiap data itu perlu pula. Jadi kalaupun data itu diperlukan guna menyontoh, maka bisa berpengaruh tak baik untuk pemeran UMKM yang berada di negeri kita ini, " jelas Enny. 

Enny mengharapkan terhadap tiap-tiap basis e-commerce yang pengen buka investasinya di Indonesia, biar konsisten netral dan juga menyuport perubahan UMKM lokal yang udah tumbuh berubah di Indonesia. 

Tidak ada komentar:
Write komentar